Quantcast Rumah Bunda Riri <title>Inovasi Baru! Pil Kontrasepsi Kunyah

Jumat, 01 Agustus 2008

Inovasi Baru! Pil Kontrasepsi Kunyah


Jika Anda tidak cocok dengan alat kontrasepsi yang ada di pasaran saat ini, mungkin Anda bisa mencoba jenis kontrasepsi baru ini. Namanya Femcon Fe, jenis pil kontrasepsi kunyah pertama yang dipasarkan. Pil kontrasepsi ini diberi esens mint dan dikemas dalam strip sebesar kartu kredit sehingga menjadi pilihan baru bagi para perempuan yang tidak bisa menelan pil namun ingin membawa alat kontrasepsi kemana pun mereka pergi.

Menurut Carl Reichel, Presiden Direktur perusahaan Farmasi Warner Chilcott yang memroduksi pil kontrasepsi kunyah ini, tujuan menciptakan pil tersebut agar perempuan tak lagi lupa mengonsumsi pil kontrasepsi. "Femcon Fe memang bukan penemuan besar, namun merupakan langkah baru yang praktis dan membantu banyak perempuan muda yang memiliki kecenderungan tinggi mengalami kehamilan tak terencana," ujar Dr. Lee Shulman, Ketua Asosiasi Ahli Kesehatan Reproduksi yang juga obstetrician-gynecologist di Rumah Sakit Memorial di Northwestern dan pengajar di Universitas Northwestern, Illnois, AS. Satu strip Femcon Fe terdiri dari 28 pil sesuai siklus menstruasi rata-rata perempuan.
(dikutip dari www.menstruasi.com)


Wah… kalau nanti sudah beredar di Indonesia, ibu-ibu harus waspada menaruhnya, nanti dikira permen …di maem dech sama papa dan adek..he..he…

Agustus 08

Cheers
Bunda

8 komentar:

hatcaklet mengatakan...

wuih...

baru denger saya..

cari ah..

Rierie mengatakan...

sst..jangan salah beli yach....he..he

mama icel mengatakan...

duh..udah 5 thn nih gak KB ternyata ada inovasi baru ya...ada rasa apa aja??

Rierie mengatakan...

mama icel, 5 tahun nggak KB? mau bikin adek baru yach..he..he..

eeda mengatakan...

Bun, kl pil ini beredar bebas, takutnya mah disalahgunakan bagi penganut free sex.

Rierie mengatakan...

@eeda:
Iya mbak, makanya sebenarnya semua alat kontrasepsi itu punya dampak negatif dan positif...sekarang tergantung orangnya aja, untuk apa? ya khan?

eeda mengatakan...

Nah itu dia bun. karena tergantung orangnya, so ga bisa terdetect mana yang bertanggungjawab mana yang enggak. Ini emang dilematis bgt. Kan ya ga mungkin bgt setiap pembeli alat kontrasepsi (apapun jenisnya) harus nunjukin surat nikah ama si penjual.
Di smg dulu ada wacana membuka ATM kondom di daerah lokalisasi en kos-kosan seputar kampus. Karena bukan rahasia umum lagi, free sex berkembang subur di kos-kosan seputar kampus. Pro kontra gencar bgt. Yg pro beranggapan bisa mencegah HIV/AIDS en kehamilan yang tidak diharapkan. Yg kontra berpendapat hal itu menghalalkan free sex. Jadi emang sih, masalah yang berbau sex, kontrasepsi, dan sejenisnya kl sosialisasinya ga tepat sasaran dan tepat tujuan, malah jadi bencana.

moratmarit mengatakan...

Menurt saya memang alat kontrasepsi itu ada dampak buruk dan baiknya, namun bila di sosialisasikan dengan benar maka mungkin itu akan sedikit menghambat..
Oiya bunda, nitip bentar ya..:))
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang | Business Blog SEO