Entah kenapa, akhir-akhir ini bunda sering merasa sedih> Kata gaulnya sih lagi Melow atau Galau atau apalah....
Lama banget bunda gak update disini..... karena akhir-akhir ini semenjak bunda kerja, kayaknya waktu 24 jam itu kurang. Pagi jam 5 subuh sudah bangun, siap-siap berangkat kerja.... pulang sudah sore dan lelah.... langsung teler.....
Kadang bosan dengan rutinitas monoton ini.... sudah bosan juga dengan nasehat dan saran : sabar.. jalanin aja ...enjoy aja.... ikhlas.... dan sederet nasehat lainnya....
mencoba selalu tersenyum, walau hati ini kosong.....
Kalo dibilang butuh liburan, ya nggak juga... soalnya baru kemaren pulang Liburan di Jakarta dan Maret nanti mo liburan ke KL..
Kalo dibilang jenuh, nggak juga.. buktinya tetep aja bunda rajin masuk kerja dan bekerja sebaik mungkin....
Kalo dibilang capek, gak terlalu juga. karena untuk urusan anak-anak dirumah ada bude pengasuh yang luar biasa rajinnya....
Jadi apa dong????
Akhir-akhir ini bunda sering sedih... kadang sedih ingat almarhum ayah, kadang tiba-tiba sedih liat anak-anak dirumah, kadang sedih liat kehidupan bunda....
Oh My God, dimana semangatku yang dulu menggebu-gebu??
kemana larinya hatiku yang bahagia
dimana senyum manis dan candaku yang tiap hari menghiasi hari-hariku
kemana semua itu pergi????
Monday, February 6, 2012
Tuesday, August 2, 2011
Renungan............
Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal. Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.
Pukul 18.30. “Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!” Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.
“Mama, mama.. Mama, mama…” Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?” Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?” Tiba-tiba… “Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!” Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama… Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. “Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!” Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. “Cassie mana?”. “Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.” Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: “Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.” Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. “Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”
Copas from GAN..
Pukul 18.30. “Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!” Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.
“Mama, mama.. Mama, mama…” Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?” Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?” Tiba-tiba… “Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!” Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama… Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. “Tinnn.. Tiiiinnnnn…!!” Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan. “Cassie mana?”. “Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.” Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: “Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.” Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. “Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”
Copas from GAN..
Labels:
cerita bunda,
Cerita Sedih
Subscribe to:
Posts (Atom)































